Wednesday, 10 April 2013

Ini Bahayanya Pakai Pemutih Kulit Mengandung Hydroquinone

Ini Bahayanya Pakai Pemutih Kulit Mengandung Hydroquinone

Anda mungkin sering mendengar istilah hydroquinone, salah satu agen pemutih kulit yang biasanya ditemukan dalam produk kecantikan. Akan tetapi, beberapa negara di Eropa dan Jepang melarang penggunaan hydroquinone karena dinilai menyebabkan masalah toksisitas yang serius.

Hydroquinone sebenarnya merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan dalam fotografi. Namun, bahan tersebut masih sering digunakan dalam berbagai macam produk pemutih kulit resep maupun non resep.

Setiap produk dengan konsentrasi hydroquinone sebanyak 4 persen atau lebih tinggi harus diperoleh melalui resep saja. Namun, dapat diresepkan dengan mudah oleh dermatologis untuk seseorang yang mengalami masalah kulit seperti hiperpigmentasi, penuaan yang meninggalkan bintik-bintik cokelat, dan melasma.

Akan tetapi, hydroquinone merupakan bahan kimia yang telah diidentifikasi sebagai clastogen dan berpotensi sebagai mutagen. Clastogen A adalah racun yang mempengaruhi kromosom dan menyebabkan mutasi yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker.

Mutagen adalah bahan yang menyebabkan mutasi dan kerusakan pada DNA. Ketika DNA diubah, dapat menyebabkan sejumlah reaksi berantai yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, termasuk pertumbuhan sel kanker dan pembelahan sel.

Seperti dilansir Naturalnews, Senin (25/3/2013), FDA memang telah menyetujui hydroquinone dapat digunakan secara topikal, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bahan ini memiliki sifat karsinogenik. Karsinogen yang dapat merusak beberapa fungsi vital dan sistem tubuh manusia, salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh.

Bahan kimia tersebut telah diketahui melemahkan kekebalan tubuh pada beberapa pengujian yang telah dilakukan terhadap hewan. Padahal sebagian besar pengguna krim dengan hydroquinone dapat menerapkannya beberapa kali sehari, yang dapat memperbesar efek buruknya bagi kekebalan tubuh.

Pengujian hewan juga menunjukkan dampak terhadap sistem endokrin, yang mungkin juga berdampak buruk terhadap sistem endokrin manusia. Bahkan muncul kekhawatiran di kalangan ilmuwan, bahwa hydroquinone juga merupakan neurotoxin, yang mempengaruhi sistem saraf dan paru-paru.

Selain masalah toksisitas, ada risiko kanker kulit yang dapat dipicu oleh penggunaan hydroquinone. Bahan kimia ini ‘memutihkan’ kulit dengan menghambat produksi melanin. Hal ini, pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan gangguan pigmentasi kulit atau melasma.

Mekanisme yang menghambat produksi melanin juga memungkinkan sinar UV menembus kulit lebih dalam. Hal ini membuat paparan UV lebih karsinogenik dengan meningkatkan kedalaman jangkauan hingga merusak DNA.

Inilah sebabnya mengapa orang yang menggunakan produk hydroquinone selalu diberitahu untuk memakai tabir surya setiap saat, atau diminta menggunakan produk hanya di waktu sebelum tidur ketika tidak ada risiko paparan sinar UV.

Sehingga Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan yang menjanjikan dapat memutihkan kulit, karena risikonya tidak sebanding dengan manfaat yang Anda rasakan. Dan yang bebas hydroquinone adalah seperti cream sari kosmetik sebagai pemutih wajah berbpom.

No comments:

Post a Comment